Memahami dasar teknologi blockchain, konsensus, desentralisasi, dan Blockchain Trilemma.
Blockchain adalah teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger) yang mencatat transaksi di banyak komputer secara bersamaan. Data yang sudah tercatat sangat sulit untuk diubah.
Bayangkan buku kas yang dicopy ke 1000 komputer berbeda. Setiap ada transaksi baru, semua 1000 komputer harus setuju dan mencatatnya bersamaan.
Dalam sistem blockchain, "konsensus" merujuk pada proses di mana semua peserta jaringan menyepakati satu versi kebenaran dari buku besar terdistribusi. Ini adalah inti dari bagaimana blockchain mempertahankan integritas dan keamanannya tanpa otoritas pusat.
Mekanisme konsensus memastikan bahwa semua transaksi valid dan disepakati oleh mayoritas peserta jaringan, mencegah penipuan (double-spending) dan menjaga kepercayaan dalam sistem terdesentralisasi.
Desentralisasi adalah salah satu prinsip inti dari teknologi blockchain dan Web3. Ini berarti bahwa tidak ada satu entitas, individu, atau organisasi pusat yang memiliki kendali penuh atas jaringan atau data. Sebaliknya, kendali didistribusikan di antara banyak peserta (node).
Dalam sistem terpusat (seperti bank atau media sosial tradisional), satu entitas memiliki kendali penuh atas data dan operasional. Dalam sistem terdesentralisasi, kekuasaan dan data didistribusikan, mengurangi risiko penyalahgunaan kekuasaan dan serangan.
Blockchain Trilemma adalah konsep yang diperkenalkan oleh Vitalik Buterin. Blockchain sulit untuk mengoptimalkan ketiga aspek ini secara bersamaan:
Jaringan tidak dikontrol oleh satu entitas. Semakin banyak node, semakin terdesentralisasi.
Kemampuan jaringan untuk bertahan dari serangan dan manipulasi data.
Kemampuan memproses banyak transaksi dengan cepat dan murah.
10 pertanyaan • Minimal 70% untuk lulus